Senin, 22 Oktober 2012

Who is called "A Leader"?


Who is called A Leader?
            Hirarki dalam suatu organisasi kadang bisa menciptakan jarak antar karyawan.  Mereka yang ber-gelar atasan, sering kali merasa berhak untuk mengatur apa pun tanpa perlu diskusi.  Sedangkan si bawahan merasa hal tersebut tidak adil, karena atasan di anggap tidak mengerti apa yang mereka inginkan.  Pada akhirnya hubungan antara atasan dan bawahan menjadi tidak solid. 
Setiap karyawan pasti berharap mereka memiliki atasan yang bisa menjadi teladan dan partner dalam bekerja.  Sering kita dengar bahwa ada seorang atasan yang berperilaku  bukan sebagai Leader.  Sejatinya, apa pun yang dilakukan seorang leader dapat menginspirasi orang lain.                                                                                                  Seperti yang disampaikan oleh John Quincy Adam (Presiden USA ke-6)…..
“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more
And become more….You are A Leader”
Dalam kutipannya tersebut sangat jelas digambarkan bahwa seseorang bisa disebut pemimpin, jika segala tindakannya bisa membuat orang lain punya mimpi lebih dan lebih.  Selain itu, bisa membuat orang lain belajar dan berbuat lebih banyak hingga akhirnya bisa menjadi lebih berarti.

Lantas, bagaimana dengan atasan yang justru memiliki karakter yang berlawanan dengan seorang leader? Apakah mereka bisa kita sebut pemimpin? Saat dimana kita tidak mendapat dukungan dari atasan, apakah mungkin mereka kita teladani?.  Kita tidak dapat memilih atasan, sehingga apapun kondisinya kita harus tetap hormat dan menghargainya.  Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu membuka jalur komunikasi yang baik dan nyaman, sehingga sebagai bawahan kita dapat menyampaikan pendapat ataupun harapan kepada sang atasan.  Begitu pula sebaliknya, setiap bawahan juga harus siap menerima segala masukan dan arahan yang diberikan oleh atasan karena itu semua demi kemajuan bersama secara tim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar